Tragedi Direktris 01


Ingga adalah seorang direktris sebuah perusahaan pengembang yang cukup ternama. Walaupun telah berumur 48 tahun, mempunyai anak tapi ibu ini selalu tampil sexy. Apalagi Ingga sering menggunakan blouse yang agak transparant, rok sepan dan stocking sehingga banyak membuat mata para lelaki sering memperhatikan buah dadanya yang terbungkus BH putih jelas menerawang di balik blousenya yang transparant. Begitu juga kakinya yang putih dan jenjang terbungkus stocking dan sepatu hak tinggi.
Hari itu jum’at seminggu sebelum pembebasan tanah di mana tanah itu dipakai untuk kompleks pelacuran terselubung, Ingga harus bertemu dengan beberapa warga yang di percayakan mengurus pembebasan tanah tersebut.
Ingga mengunjungi sebuah kompleks pelacuran untuk memastikan apakah pembebasan tanah itu sudah beres, sebelumnya ia sudah mengontak seorang broker tanah di kompleks itu untuk memandunya dalam mencari kepastian masalah tanah sudah selesai supaya tidak terjadi demonstrasi di kemudian hari sekaligus jadi pelindungnya, untuk itu Ingga sudah membayar cukup uang.
Dan tentu saja kedatangan Ingga ke tempat itu sangat menarik perhatian, beberapa lelaki hidung belang menggodanya, namun mereka tak berani macam macam karena Ingga ditemani oleh broker tanah yg mantan preman, sehingga bisa dikatakan pemeriksaan akta akta tanah oleh Ingga saat itu berjalan lancar.
Jam menunjukan pukul tujuh malam saat Ingga telah menyelesaikan pemeriksaan surat surat tanah beberapa orang masuk ke warung itu, dari tampangnya jelas terlihat jika mereka adalah preman wilayah sini.
“eeh…siapa nih…?”seorang yg berbadan paling besar melihat Ingga,otomatis Ingga menjadi pusat perhatian disana, karena tak ada siapapun lagi disana, sementara pak Rusdi sedang di belakang.
“oohh..ternyata ibu direktur…..gimana bu..udah puas…?” tanya orang itu lalu tertawa. Ingga hanya mengangguk pelan dan tersenyum sopan, nada bicara org ini membuatnya tak nyaman, apalagi teman teman org ini kemudian berdiri di belakang Ingga seolah bersiap siap untuk melakukan sesuatu.
Melihat gelagat buruk, Ingga segera bangkita dari tempat duduknya. namun ia kurang cepat, orang di depannya telah menerkam dia sehingga Ingga terdorong ke dinding warung, tangan orang itu mulai meraba raba tubuh Ingga.
“PAK RUSDI..PAK RUSDI…TOLONG….TOLONG..PAK…” Ingga berteriak berharap pak Rusdi mendengarnya.
tak lama pak Rusdi muncul dari belakang, membuat Ingga merasa lega. orang itupun menghentikan aksinya walaupun ia masih mencengkram kuat lengan Ingga.
“pak tolong pak…mereka mau berbuat yg tak senonoh pada saya..” seru Ingga sambil berusaha melepaskan diri. usahanya berhasil dan ia segera menghampiri pak Rusdi.
“kenapa ibu Ingga..?” tanya pak Rusdi
“itu pak..mereka mau kurang ajar sama saya..” jawab Ingga
“lalu …?”
“tolong suruh mereka pergi pak….”
pak Rusdi kemudian memandang Ingga, dan Ingga merasakan ada yg berbeda dari sorot mata pak Rusdi.
“wahh..ibu…..mereka kan berlima..bapak sendirian…gimana bapak ngusirnya…?” kata pak Rusdi, namun tidak ada nada ketakutan dari bicaranya, hal ini membuat sebersit ketakutan muncul di pikiran Ingga, ternyata pak Rusdi juga terlibat.
“ayo..bawa ke kamar belakang aja…” kata pak Rusdi, segera para preman itu menarik Ingga ke kamar belakang yang memang sedari tadi telah disiapkan oleh pak Rusdi.
Ingga didorong masuk ke sebuah kamar kosong, kelihatannya kamar ini biasanya dipakai oleh para pelacur jika menerima pelanggannya.
“tolong…jangan…..kenapa kaliaan ini….” Ingga memohon
“dasar perempuan tolol..berani beraninya kemari…sendirian pula…”jawab seorang preman
“tapi..tolong..saya hanya memeriksa surat tanah….tidak akan ada yg dirugikan….”kata Ingga lagi
“bodo amat…!!!….togar ….ucup..ayo….” dia memerintah anak buahnya.
segera mereka mendorong Ingga terjatuh ke tempat tidur, kedua tangan Ingga kemudian diikat ke atas kepala ujung tempat tidur , sementara seorang yg lain berusaha melepaskan rok sepan yg dipakai Ingga.
agak sulit karena Ingga terus meronta, namun akhirnya berhasil juga. kemudian satu persatu kancing baju Ingga dilepas, sehingga kini paha Ingga yang mulus dan buah dada Ingga yg montok terexpose.
ingga terikat di ranjangingga terikat di ranjangingga terikat di ranjangingga terikat di ranjang
Ingga mendengar suara laci dibuka, rupanya si pimpinan preman, Jhony , baru saja mengambil gunting lalu kemudian mendekati Ingga. Jhony kemudian menelurusi lekuk tubuh Ingga perlahan dengan gunting sampai akhirnya ia menggunting lepas bra Ingga dan celana dalam Ingga. segera Hawa dingin menerpa buah dada Ingga yg terbuka, membuat putingnya mengeras. Ingga hanya bisa pasrah karena sadar tak akan ada yg menolongnya disini.
“keras nih…..wahhh…terangsang juga nih cewek….” kata Jhony sambil memainkan puting Ingga.
Ingga hanya bisa memejamkan mata dan memalingkan muka sementara Jhony meremas remas buah dadanya.
“ucup..bikin dia panas dulu nih…” kata Jhony. tawaran yg langsung disambut gembira oleh ucup.
“thanks ..boss…”
Ingga tak berani melihat, tapi ia bisa mendengar jika kini ucup sedang melepaskan pakaiannya sendiri, kemudian ia merasakan jari jari yg menyentuh dan memainkan vaginanya.
“toolong..jaangann…” Ingga hanya bisa memohon dan menangis
namun ucup tak mau mendengarnya , ia terus memainkan vagina Ingga dengan jari jarinya, hal ini membuat Ingga sangat kesakitan dan tersiksa apalagi vaginanya masih kering.
“hei..kalian..coba bawa air seember kemari sama bawa handycam gue…..cepetan…” Jhony menuruh anak buahnya yg lain. dan tak butuh waktu lama untuk mereka memenuhi perintah boss nya.
“gimana cup….?’” tanya Jhony
“masih sempit boss….. biar sudah ibu ibu masih mantap nich…” jawab ucup
” bagus..bagus….”
Jhony lantas membuka ikatan Ingga di tempat tidur untuk kemudian mengikat tangan Ingga ke belakang punggung.
ingga terikat di ranjangingga terikat di ranjang
” berlutut ..dilantai..ayo….” perintah Jhony.
ucup segera memaksa Ingga untuk berlutut di lantai, belum sempat berpikir sesuatu yg keras memukul pipinya.
Ingga terkejut, penis Jhony kini menegang keras dihadapan wajahnya, selama ini ia belum pernah melihat secara langsung penis laki2.
Jhony segera memaksa memasukan penisnya ke mulut Ingga, penisnya yg besar membuat mulut Ingga terlihat penuh, juga tentu saja membuat Ingga tersedak dan sulit bernafas. Jhony dengan kasar mendorong dorong kepala Ingga dan menahannya beberapa saat menikmati kehangatan bibir gadis cantik ini, sampai akhirnya ia menarik keluar penisnya dari mulut Ingga.
Ingga merasa lega , ia terbatuk dan berusaha menarik nafas , sementara ia merasakan beberapa tangan menjamahi tubuhnya denga kasar, ikatan di tangannyapun sudah dilepas.
Tiba tiba Ingga kembali ditarik jatuh ke kasur, kini ia bisa melihat jika seluiruh lelaki di kamar itu telah telanjang bulat, Ingga bergidik melihat penis penis mereka yg sudah menegang, penis yg beberapa saat lagi akan mengacak acak vaginanya. salah seorang dari mereka bahkan sedang merekam semua kejadian yg terjadi.
ingga terikat di ranjangingga terikat di ranjang
Jhony segera menindih tubuh Ingga, menjamahi dan mencubiti buah dadanya dengan gemas, lalu mengulum dan menyedotnya dengan kasar, sebelum Ingga sempat berteriak , ucup telah membungkam mulut Ingga dengan ciumannya yg ganas, lidah ucup dengan liar bermain di dalam mulut Ingga.
Ingga hanya memejamkan mata dan menangis tertahan, air mata mulai mengalir.
Ingga berteriak tertahan dan mata terbelalak, saat tiba tiba vaginanya ditembus oleh penis Jhony. kali ini Ingga mencoba berontak dan melepaskan diri, namun semakin dia meronta, Jhony semakin keras dan brutal memompa vaginanya, sehingga semakin menambah kesakitan pada diri Ingga.
Jhony terus memacu tubuh Ingga, sementara kawan kawannya memberi semangat, kadang muncul komentar2 jorok ditimpali tertawa.
setelah sekian lama akhirnya Ingga merasakan suatu tegangan, tak lama kemudian dia merasakan sesuatu yg hangat dalam dirinya, Jhony telah mengeluarkan sperma didalam.
Jhony kemudian bangkit dan tertawa puas,namun siksaan Ingga belum berakhir, kini di atas tubuhnya telah ada pak Rusdi dengan penis yg bahkan lebih besar dari milik Jhony.
Kini sambil menatap penuh nafsu wajah Ingga, pak Rusdi menembus vagina Ingga dengan penisnya.
meskipun cairan bekas Jhony membuat penis pak Rusdi masuk lebih lancar, namun vagina Ingga masih sempit,sehingga tak mengurangi kesakitan Ingga, bahkan krn besarnya penis pak Rusdi, kesakitannya malah lebih terasa.
“aahhh…ahhhh…bangsaaatt…kaa…liaann….aahh h…” umpat Ingga.
togar segera membungkam mulut Ingga dengan penisnya, kini sambil tubuhnya masih ditindih oleh pak Rusdi, ia juga harus mengoral togar. tak satupuin kejadian itu yang luput dari rekaman handicam Jhony.
tak lama kemudian lagi lagi ia merasakan cairan hangat di vaginanya, dan semburan cairan asin di mulutnya.
Ingga hendak memutahkan cairan itu namun kepalanya ditahan togar sehingga, ia terpaksa menelan sperma togar.
setelah pak Rusdi, kini giiran yg lain menindih Ingga dan memperkosanya dengan kasar. Ingga sudah pasrah, air matanya sudah mengering, ia hanya memejamkan mata membayangkan ia tak disana, membayangkan semua itu tak terjadi.
ucup kemudian membalikan tubuh Ingga, dan penisnya kini mengacak acak pantat indah Ingga, hal ini membuat Ingga sangat tersiksa dan kesakitan
“AAAHH….JANGAN DISANA…SAKIIT..AHHH..JANGAN…”
ingga terikat di ranjangingga terikat di ranjangingga terikat di ranjang

tante ingga disumpal celana dalam

tante ingga disumpal celana dalam

namun teriakan memelasnya hanya ditimpali oleh tertawa mengejek, apalagi kemudian lagi lagi mulutnya disumbat oleh penis seseoarang, Ingga tak mau tahu siapa orangnya, yang jelas ia pasrah pada nasib yg menimpanya. Dan mulut Ingga di sumpal dengan celana dalamnya sendiri. Ingga tidak tahu berapa orang yg memperkosanya, ia terlalu lelah dan shock uintuk menyadari hal itu, hingga pagi menjelang ia harus terus melayani banyak lelaki , jika ia terlhat tak sadarkan diri ,orang2 itu menyiramkan air ke tubuhnya.
bahkan pada penutup mereka memasukan penis ke lubang pantat dan vagina Ingga sekaligus, setiap kali Ingga menjerit kesakitan semakin keras pula mereka memompanya., dan Ingga pun tak ingat apa apa lagi.
epilog: menjelang siang para pengguna jalan tol dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh perempuan tanpa busana di pinggiran jalan, dilihat dari kondisinya perempuan ini masih hidup dan jelas merupakan korban perkosaan. Polisi segera melakukan penyelidikan pada kasus tersebut, dan butuh waktu sampai sebulan kemudian, sampai akhirnya polisi menangkap para pemerkosa tersebut.
dan karena kejadian itu pula akhirnya massa merusak dan membakar tempat pelacuran itu , menutup selamanya tempat itu. Dan Ingga butuh waktu hampir setahun samapi akhirnya ia bisa hidup normal kembali, meski begitu pengalaman mengerikan itu tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya.

One thought on “Tragedi Direktris 01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s