Gunakan Senpi, Perampok Gasak Rp 500 juta


OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

AKSI perampokan di dalam rumah kembali terjadi. Ini kali menimpa Fanny Lauren (40), warga Jalan Ranco Indah Jagakarsa Jakarta Selatan, Jumat dini hari kemarin. Sebanyak empat pelaku berhasil menggasak barang berharga dan uang tunai dengan total berkisar Rp 500 juta.

Berdasarkan keterangan korban, perampokan terjadi berkisar pukul 05.00 WIB. Pelaku masuk ke rumah korban melalui jendela setelah lebih dulu memotong teralis pagar dan mencongkelnya.

“Kejadiannya waktu saya terbangun setelah mendengar anak saya minta dibikinkan susu, sebelum pukul 05.00 WIB. Saya sempat curiga waktu mau mengantarkan susu. Karena terdengar bunyi grendel pintu yang dimain-mainkan supaya terbuka. Makanya saya pergi ke jendela dan membuka gordin,” tutur Fanny saat ditemui di rumahnya, kemarin (10/6).

Ternyata, lanjut Fanny, perampok sudah berdiri dibalik gordin dan sebagian masih tersisa di luar rumah. Pelaku yang sudah berhadapan dengan Fanny, ini lantas menodongkan pistol dan meminta diantarkan ke kamarnya. Sementara itu, dua orang perampok lainnya ikut masuk lewat jendala yang sama dan satu orang pergi keluar rumah untuk berjaga-jaga.

Sampai di kamar, lanjut Fanny, dirinya sempat terpikirkan untuk melawan. Karena di sana terpajang sebuah golok yang menjadi alat latihan pencak silat belakangan ini. Namun itu, urung dilakukan setelah melihat kawanan perampok sudah mengepungnya. Suami dari Lingga (37), ini pun pasrah waktu diikat dengan tali daster lantas ditelungkupkan. Istrinya juga diikat pakai tali yang sama. Sementara dua anaknya, Laura (7) dan Carla (5) hanya diam membisu berjongkok di dinding. Sedangkan pembantunya, Kustiyah (23) tidak tahu menahu karena tidur sendirian di kamar atas.

Perampok lantas mengobrak-abrik isi lemari di dalam kamar itu, lantas perampok berhasil menggasak dua laptop, dua HP, tiga jam tangan mewah, perhiasan senilai Rp 2 juta, kredit card, ATM dan uang tunai Rp 12,2 juta.

Salah seorang perampok sempat memaksa untuk ditunjukkan tempat penyimpan uang lainnya, tapi karena saya jawab sudah tidak ada lagi, satu dari tiga kawanan itu naik pitam. Anak2 saya dipindahkan ke kamar lain, dan istri saya dalam keadaan terikat dan terlungkup di tempat tidur ditelanjangi hingga tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja. “Dia mengancam akan memperkosa Lingga didepan saya”, rinci Fanny, karyawan di perusahaan Indocement bagian marketing. Sedangkan istrinya bekerja di perusahaan Lippo Grup.

Karena takut istrinya diperkosa, Fanny menunjukkan lokasi brankas di dalam lemari. Para perampok segera mengosongkan isi brankas yg berisi perhiasan senilai 500 juta dan uang cash 5,000 dollar amerika.

Meskipun sudah mendapatkan banyak hasil jarahan, rupanya perampok tersebut masih juga belum puas. Salah satu dari mereka memperkosa Lingga didepan Fanny. “Saya tidak bisa berbuat apa2 karena selain dalam keadaan terikat, para perampok juga mengancam akan membunuh anak2 saya jika saya melawan”, ungkap Fanny memelas.

Karena tidak ada pilihan yg lain, Lingga hanya bisa pasrah di perkosa dalam keadaan terikat dan terlentang ditempat tidur. Melihat salah satu temannya mendapat kenikmatan, dua orang perampok yang lain pun akhirnya juga turut memperkosa Lingga setelah memindahkan Lingga ke kamar mandi. Fanny terpaksa harus menyaksikan istrinya melayani ke tiga begundal tersebut.

Mereka kembali pergi lewat jendela yang sama waktu masuk tadi. Dan satu orang yang tadi menunggu di luar rupanya sudah berada di dalam mobil pick up. “Sebenarnya pembantu saya sempat melihat kabur kawanan perampok itu dari atas rumah. Kata dia, pakai mobil pick up putih. Saat itu, pembantu saya malah langsung down tak bisa apa-apa,” kutipnya.

Dan kepada pihak kepolisian dari Polsektro Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan, Fanny telah memberi keterangan ciri-ciri kawanan perampok yang tidak memakai topeng. Saat ini, pihak kepolisian setempat tengah melakukan pengejaran terhadap keempat pelaku perampokan dan pemerkosaan tersebut.

Di bagian lain, Fanny sempat tersentuh melihat istrinya yang demikian tegar menghadapi pemerkosa tersebut. Karena bila melawan atau berteriak bukan mustahil membuat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s